Sekilas Bursa Transfer Paruh Musim Liga 1

Putaran pertama Liga 1 2018 telah selesai dilaksanakan, dan hingga tulisan ini dibuat beberapa pertandingan putaran kedua sudah mulai dilaksanakan. Namun, sebelum putaran pertama selesai, pengelola liga sudah membuka bursa transfer yang memberikan kesempatan kepada setiap kesebelasan untuk melakukan perombakan. Perombakan ini lumrah dilakukan untuk menambal kekurangan yang ada di dalam timnya. Pemain masuk dan keluar menjadi pandangan yang sangat wajar terjadi di sepakbola, tidak terkecuali pemain asing. Paradigma “pemain asing lebih bagus daripada pemain lokal” nampaknya masih melekat, sehingga wajar para pemain asing mendapatkan sorotan lebih di dalam lapangan. Maka dari itu, tidak heran beberapa pemain yang sering keluar masuk ia pemain yang bukan berpaspor Republik Indonesia. Hal tersebut dapat terlihat bahkan sebelum putaran pertama ini selesai. Berikut beberapa rekapan bursa transfer yang terjadi hingga saat ini

Eksodus pemain Sriwijaya FC, pada awal musim 2018 ini, SFC bisa dibilang menjadi kesebelasan yang paling gencar dalam melakukan perekrutan pemain, khususnya pemain asing. Demi mengejar target menjadi juara Liga 1, salah satu pelatih terbaik di Indonesia -Rachmad Darmawan- direkrut. Setelah coach RD masuk, beberapa pemain asing yang bisa dikatakan “punya reputasi” direkrut. Nama-nama tenar seperti, Manu Dzalilov, Makan Konate, Mahamadou N’Diaye masuk dalam daftar skuad yang eksis dengan tagar #kitopacak ini. 

Dengan materi pemain tersebut, bisa dikatakan skuad SFC salah satu yang termewah di antara beberapa kesebelasan Liga 1. Namun sayang, menjelang akhir putaran pertama SFC diterpa berbagai masalah, banyak versi yang mengatakan permasalahan di dalam tim SFC namun sifatnya masih spekulasi karena belum ada pernyataan resmi dari tim atau bukti kuat yang mendukung setiap permasalahan.

Dua pemain asing SFC memilih untuk keluar dari tim, yaitu Mahamadou N’Diaye dan Makan Konate. Namun, tidak membutuhkan waktu lama bagi kedua pemain tersebut untuk memiliki tim baru. N’Diaye bergabung dengan Bali United, juga Makan Konate memperkuat Arema menyusul teman-temannya selama di SFC, Hamka Hamzah dan Alfin Tuasalamony.

Sebagai gantinya, SFC mengontrak Alan Henrique dan Goran Ganchev. Sementara itu, Yuu Hyun Koo dan Manu Dzalilov memilih untuk bertahan di SFC.

Perombakan Skuad Arema FC, awal musim Liga 1 ini, Arema FC bisa dikatakan kurang “menggigit”. Dua pemain asing Arema yang merupakan rekrutan baru nyatanya belum bisa memberikan kontribusi yang maksimal. Dua pemain yang dimaksud adalah, Thiago Furtuoso dan Balsa Bozovic. Sebelumnya, Arema FC mempertahankan dua pemain asing yang sudah memperkuat sejak Liga 1 2017 yaitu, Ahmed Atayev dan Arthur Cunha. Namun pada kenyataannya, di bursa transfer kali ini melakukan perombakan terhadap skuadnya. Tidak tanggung-tanggung, Arema FC mencoret 7 pemainnya, yang di antaranya 3 pemain asing. 

Ahmed Atayev, Thiago Furtuoso, dan juga Balsa Bozovic harus hengkang dari skuad berjuluk Singo Edan itu. Bagi, Atayev tidak butuh waktu lama untuk mendapatkan klub baru, ia bergabung dengan Persela Lamongan di sisa musim kompetisi ini. Atayev juga menggantikan posisi Shohei Matsunaga yang dilepas oleh klub berjuluk Laskar Joko Tingkir ini. Sebagai gantinya, Arema FC selain mendatangkan Makan Konate, juga mendatangkan kiper asing, Srdan Ostijic

Pergerakan Bali United, tim yang berbasis di pulau dewata ini dapat dikatakan “rajin” melakukan bongkar pasang pemain asingnya. Pada awal musim ini, Bali United ditinggal oleh dua pemain andalannya ketika Liga 1 2017 lalu, Sylvano Comvalius yang hijrah ke Suphanburi FC juga Marcos Flores. Kehilangan Comvalius dapat ditambal oleh striker naturalisasi, Ilja Spasojevic. Namun, kehilangan sang motor serangan, Marcos Flores, nampaknya masih belum bisa diatasi oleh manajemen Bali United. Pada awal musim, Bali United mengontrak Kevin Brands, namun masih belum sesuai ekspektasi akhirnya ia dilepas. Sebagai gantinya, mereka merekrut Milos Krkotic. Namun, kebersamaan Milos Krkotic hanya seumur jagung, ia akhirnya dilepas pada bursa transfer ini.

Manajemen Bali United terus mencari pemain, Willo Flood dikontrak oleh manajemen. Pemain asal Dublin, Irlandia ini telah malang melintang di kompetisi eropa, khususnya di Inggris Raya. Klub beken seperti Manchester City, Middlesbrough, dan juga Aberdeen pernah ia bela. Namun sayang, regulasi Liga 1 2018 menyatakan Flood tidak bisa bermain di Indonesia, pada akhirnya ia dilepas kembali. Kebersamaan yang benar-benar singkat.

Sebelum Flood, Bali United telah mengontrak pemain asal Belanda, Melvin Platje yang sampai saat ini masih menjadi andalan Bali United. Selain itu, seperti yang sudah disebutkan di atas, Bali United menambal kekuatan di sektor pertahanan dengan mendatangkan Mahamadou N’Diaye. Selain itu, Bali United mendatangkan pemain asing asal Irak, Brwa Hekmat Nouri, yang di mana dalam waktu dekat ini akan menjalani tes medis sebelum benar-benar resmi memperkuat Bali United.

The Renan’s, kedua pemain ini memiliki nama yang identik, juga membela kesebelasan yang cukup identik namanya. Pertama, Renan da Silva Alves, kedua, Renan da Silva. Renan pertama membela Borneo FC dan Renan kedua membela Persija Jakarta. Renan yang membela Borneo lebih muda daripada Renan yang membela Persija Jakarta. Untuk posisi, Renan Borneo berposisi sebagai bek tengah lahir di Rio de Janeiro, Brazil, pada 17 Desember 1992. Terkait pemain asing Borneo FC lainnya, hampir dipastikan Julien Faubert dan Marlon da Silva dilepas di paruh musim ini.

Sementara itu, Renan yang membela tim berjuluk Macan Kemayoran, lebih tua 3 tahun, namun untuk kota kelahiran sama, ia lahir di Rio de Janeiro, pada 27 Januari 1989. Keberadaan Renan di Jakarta ini dibutuhkan oleh Persija Jakarta. Hal ini mengingat mereka telah melepas Ivan Carlos dan juga Addison Alves. Renan di Jakarta ini berposisi sebagai midfielder. Renan mana yang akan bersinar dan semakin dicintai oleh kedua suporter?

Info dari Perseru Serui dan Persipura Jayapura, Persipura, tim yang dapat dikatakan selalu konsisten di setiap musimnya serta spesialis mencetak pemain dengan stamina prima, kelincahan, serta skill yang juga mumpuni ini menyelesaikan putaran pertama dengan bertengger di peringkat ke delapan. Persipura Jayapura tidak luput dari perombakan di dalam timnya. Siapa yang keluar? mereka adalah Marcel Sacramento dan Abdoulaye Maiga. Untuk mengganti keduanya, Persipura Jayapura merekrut striker yang sebelumnya juga pernah memperkuat tim mutiara hitam, Addison Alves, yang dilepas oleh Persija Jakarta. Selain itu, untuk menggantikan peran Maiga, Persipura mengontrak eks bek tengah Persela Lamongan, Marcio Rozario Nascimento. Melansir dari akun resmi Persipura, keduanya sudah bergabung. Bagi Marcel Sacramanto, dirinya langsung mendapatkan klub, ia akan memperkuat Barito Putera yang mendepak Juan Pablo Pino.

Sementara itu, di Perseru Serui mereka melepas pemain asingnya Djamel Leeflang dan mendatangkan Osmar dos Santos Filho. Demi memperkuat lini serang pun, Perseru Serui dikabarkan akan merekrut Beto de Paula yang dilepas oleh Madura United dan juga Luis Carlos Junior.

Perombakan dari tim PSMS Medan dan PSIS Semarang, menjalani musim Liga 1 2018 dengan status sebagai tim promosi, PSMS Medan sedang mengalami performa yang belum konsisten. Delapan belas pertandingan sudah dijalani, tim berjuluk Ayam Kinantan ini meraih 6 kemenangan dan 12 kekalahan. Hasil tersebut membuat PSMS Medan berada di dasar klasemen. Tentunya ini bukan hasil yang diinginkan oleh semua pecinta PSMS Medan. Oleh karena itu, PSMS Medan mendatangkan pelatih Peter James Butler, lalu mendatangkan dua pemain asing baru yaitu, Felipe Martins yang berposisi sebagai striker. Juga gelandang, Alexandros Tannidis. PSMS Medan juga mencoret Dilshod Sharofetdinov dan Wilfred Yessoh.

Sementara itu, tim PSIS Semarang demi menguatkan lini serang, mereka mendatangkan Abou Bakr Al-Mel. Ia merupakan striker asal Lebanon 25 tahun lalu ini. Abou Bakr sebelumnya pernah membela kesebelasan Tripoli dan juga bermain di Malaysia dengan membela Kelantan FA.

Sementara itu…selain bursa transfer di atas, Madura United juga mengontrak Mahamadou Samassa untuk menggantikan peran Beto de Paula yang sudah berpamitan dengan skuad berjuluk Laskar Sape Kerrab. Sedangkan info dari tim PS Tira, melepas pemain asal Korea Selatan, Kim Sang Min dan digantikan dengan Radanfah Abu Bakr yang berposisi sebagai pemain belakang. Selain itu, info dari Bhayangkara FC, mereka mendatangkan striker yang sebelumnya membela PS Tira, Elio Bruno Martins.

Jika melihat bursa transfer di atas, pergerakannya dapat dikatakan cukup masif, hal tersebut juga menandakan bahwa putaran kedua semakin ketat. Kekuatan baru, pelatih baru, juga penerapan taktik yang baru bisa saja mengubah peta kekuatan tim-tim di sisa kompetisi ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s