Mariano Roman Berriex

Pada awal musim kompetisi Liga 1 2018, PS TIRA kedatangan pemain asing anyar yaitu, Mariano Roman Berriex, atau yang akrab disapa “Nano Berriex” dan “Mariano Berriex”. Kedatangannya kala itu, membuat PS TIRA memiliki duet Argentina di lini tengah yaitu, ia dan Gustavo Lopez. Nano Berriex merupakan debutan di Liga 1 Indonesia 2018, sebelumnya ia malang melintang di benua Amerika Selatan (Argentina dan Chile), benua Eropa, dan Asia. Kesebelasan Argentina yang pernah ia bela adalah Club Atlético Independiente de Avellaneda II, serta beberapa kesebelasan Chile seperti, CD Ñublense, Deportes Concepción, dan CD Unión Temuco, dan Rangers Talca. Selain itu, sebagaimana yang disebut di atas, benua Eropa pun pernah ia jajal, ia bermain di kesebelasan asal Yunani, AOT Alimos dan kesebelasan asal Cyprus, Aris Limassol. Sebelum datang ke Indonesia, ia terlebih dahulu “pemanasan” mencicipi atmosfer sepakbola Asia, dengan memperkuat 2 (dua) klub asal Thailand, Ubon UMT United dan Sisaket FC.

Pada awal kedatangannya, pemain kelahiran 29 April 1989 di Quilmes, Argentina, pernah mengatakan, “saya sangat yakin dengan tim ini, meskipun masih butuh sedikit waktu lagi untuk adaptasi. Tentu jika semua sudah memahami permainan masing-masing, saya yakin PS Tira bisa meraih hasil yang bagus pada kompetisi nanti. Saya akan bekerja keras untuk itu” demikianlah yang ia katakan sebagaimana dikutip dari bola.com. Ia pun nampaknya cukup terkesan dengan sambutan-sambutan yang ia terima serta kualitas pemain muda yang dimiliki PS Tira, Berriex menuturkan sebagaimana dikutip dari viva.co.id, “mereka sangat ramah dan welcome sama saya. Dan di sini banyak pemain yang saya lihat mereka mempunyai kualitas yang bagus sekali. Membuat saya tambah bersemangat”.

Nano Berriex nampaknya bisa membuktikan ucapannya di mana ia akan bekerja semaksimal mungkin untuk membantu PS Tira. Debutnya pada saat melawan Persib Bandung cukup menyita perhatian beberapa pundit sepakbola. Seperti yang diamati oleh Football Tribe Indonesia, pada laga debutnya itu Nano Berriex bahu membahu bersama Gustavo Lopez, di mana Berriex menjadi penggedor pertahanan lawan yang disertai dengan tendangan jarak jauh yang akurat (hal ini terlihat dari ada empat shots on target yang dilakukannya, dan tiga di antaranya berasal dari luar kotak pinalti. Melihat pada duet Argentina tersebut, tampaknya pelatih PS Tira Rudy eka Priyambodo ingin memperkuat lini tengahnya dengan harapan agar alur serangan menjadi lebih terorganisir, ditunjang dengan striker tajam mereka Alexander Rakic.

Liga 1 Indonesia 2018 sudah berjalan 11 (sebelas) pekan, masih cukup panjang untuk menilai secara mendalam kiprah Nano Berriex, namun jika melihat pada pertandingan debut melawan Persib Bandung memunculkan hipotesa bahwa Nanon Berriex merupakan pemain yang dapat beradaptasi dengan cukup cepat.

Vamos Berriex!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s