Mengingat Final Piala Indonesia

Dalam sebuah kehidupan, pasti ada naik ada juga turun, kadang lesu kadang juga seru, kurang lebih seperti itu. Sepak bola, yang juga bagian dari kehidupan pasti pernah mengalami fase tersebut, kadang naik kadang turun, kadang lesu kadang juga seru. Makna tersebut dapat disamakan dengan bergulirnya kembali Piala Indonesia di tahun 2018. Yah, seperti kita tahu sepak bola Indonesia dapat dikatakan cukup monoton beberapa tahun terakhir ini, apalagi ditambah dengan sanksi yang sempat diberikan kepada induk sepak bola kita tercinta, Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) 3 tahun silam.  Mengapa dikatakan monoton? karena kompetisi yang digelar hanya satu saja, Liga. Ya, meskipun tidak sepenuhnya monoton karena Liga saja pun dapat memberikan suguhan yang tetap menarik. Terakhir, ajang Piala Indonesia berlangsung pada tahun 2012, yang berarti sudah 6 tahun yang lalu. Juara terakhir dari Piala Indonesia ialah Persibo Bojonegoro.

Laga pembuka Piala Indonesia sudah dilaksanakan pada hari Selasa, 8 Mei 2018 lalu yang mempertemukan 2 (dua) tim asal Jawa Timur yang juga juara terakhir, Persibo Bojonegoro melawan Madura United. Format Piala Indonesia 2018 ini berisikan sebanyak 128 (seratus dua puluh delapan) tim dalam format sistem gugur, berarti dari 128 tim tersebut mengerucut menjadi 64 tim, lalu 32 tim, perdelapan final, perempat final, semifinal, dan terakhir final (Fitra Firdaus/tirto.id). Joko Driyono sebagaimana dikutip dari laman tirto.id mengatakan, “tahun ini, jumlah peserta sebanyak 128 tim. Kita telah mengundi pertandingan babak pertama di 16 zona. Para pemenang dari laga pertama ini selanjutnya akan diundi lagi untuk mencari lawan berikutnya dari zona yang sama,”. Baru 1 pertandingan digelar, Piala Indonesia 2018 akan melahirkan juara baru, hal tersebut dikarenakan Persibo Bojonegoro sudah mengalami kekalahan di laga pembuka hari Selasa lalu.

Dalam gelaran Piala Indonesia ini, Arema dan Sriwijaya FC dapat dikatakan merupakan penguasa. Sedikit mundur ke belakang, pada tahun 2005, ketika itu namanya Copa Indonesia (menyesuaikan dengan nama sponsor) Arema merupakan juaranya setelah mengalahkan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Karno dengan Firman Utina menjadi man of the match kala itu. Pemain asing yang beredar di gelaran final Copa Indonesia pada tahun tersebut ialah, Deca Dos Santos, Lorenzo Cabanas, Adolfo Fatecha, dan Roger Batoum mereka membela tim berjuluk Macan Kemayoran. Sementara itu, di Arema, mereka diperkuat oleh Claudio Jesus, Joao Carlos Quintao, Franco Hitta, Emalue Serge, dan Francis Yonga. Namun, untuk pencetak gol terbanyak dimiliki oleh Javier Leopoldo Roca Sepulveda (Javier Roca yang membela Persegi Gianyar).

Gelaran Copa Indonesia berlanjut di tahun berikutnya yaitu tahun 2006. Juara bertahan Arema mampu tampil apik selama gelaran tersebut hingga pada akhirnya menembus final yang diselenggarakan pada tanggal 16 September 2006. Namun, lawan Arema di final kali ini bukan lagi Persija Jakarta, melainkan ialah Persipura Jayapura yang digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 2 – 0 untuk kemenangan Arema, di mana gol tersebut dicetak masing-masing oleh Aries Budi dan Anthony Ballah. Hasil Arema pada Copa Indonesia 2006 ini merupakan persembahan kedua yang diberikan oleh Pelatih Benny Dollo. Baik Arema maupun Persipura Jayapura keduanya mengandalkan pemain asing, seperti, Andela Atangana, Anthony Jomah Ballah, Emalue Serge, dan Joao Carlos Quintao yang membela Arema. Sementara itu, Persipura diperkuat David da Rocha, Raymond Nasngue, Victor Igbonefo (ketika itu masih WNA, Nigeria), Crisian Carrasco, dan Kalamen Yves. Emalue Serge melengkapi pesta Arema dengan mencatatkan dirinya sebagai topskor Copa Indonesia tahun 2006.

Lanjut pada gelaran Copa Indonesia tahun 2007, kali ini Arema gagal mempertahankan gelar juara yang telah mereka dapatkan selama 2 (dua) musim terakhir. Final Copa Indonesia tahun 2007 ini digelar pada 13 Januari 2008. Final Copa Indonesia edisi ketiga ini mempertemukan Persipura Jayapura melawan Sriwijaya FC. Bagi Sriwijaya FC, ini merupakan gelar pertama di Copa Indonesia. Namun, bagi Persipura Jayapura ini merupakan duka kedua, karena pada tahun sebelumnya juga kalah di final oleh Arema. Pada tahun tersebut juga merupakan tahun yang indah bagi tim berjuluk Laskar Wong Kito tersebut, mereka berhasil merengkuh gelar juara Djarum Liga Indonesia Tahun 2007. Pada final Copa Indonesia 2007 ini, Sriwijaya FC diperkuat dengan komposisi pemain asing sebagai berikut, yaitu, Carlos Renato Elias, Anoure Obiora Richard, Zah Rahan Krangar, dan Keith Kayamba Gumbs. Sementara itu Persipura Jayapura diperkuat oleh Bio Paulin, Victor Igbonefo (keduanya masih WNA, masing-masing Kamerun dan Nigeria), Ernest Jeremiah, Beto Goncalves, dan David da Rocha.

Selanjutnya, Copa Indonesia masih digelar pada tahun 2008/2009. Pada gelaran keempat ini, Sriwijaya FC menyamai rekor yang dimiliki oleh Arema, yaitu mendapatkan 2 (dua) gelar Copa Indonesia dan berhasil mempertahankan dari tahun sebelumnya. Final Copa Indonesia 2008/2009 ini merupakan final ulangan Copa Indonesia pada tahun sebelumnya, yaitu dengan mempertemukan Sriwijaya FC dan Persipura Jayapura. Lagi, untuk ketiga kalinya Persipura belum beruntung di final Copa Indonesia. Namun Persipura tetap bangga dengan berhasil merengkuh gelar Liga Super Indonesia edisi pertama. Mengenai komposisi pemain asing pun tidak banyak berubah, adapun nama Claude Parfait Ngon A Djam menjadi bagian di dalam skuad Sriwijaya FC.

Tahun 2010, merupakan tahun yang indah bagi Sriwijaya FC, indah dalam artian mereka berhasil kembali menjadi juara untuk ketiga kalinya di dalam gelaran Copa Indonesia tahun 2010. Kesuksesan Sriwijaya FC ini tidak terlepas dari tangan dingin Pelatih Rahmad Darmawan yang didukung dengan keberadaan pemainnya. Pada gelaran kelima Copa Indonesia ini, Arema kembali menjaga asa dalam usahanya merengkuh Copa Indonesia. Asa tersebut terwujud sampai dengan lolos ke final, namun sayang, tangan dingin Pelatih Robert Rene Alberts belum bisa membantu Arema menjadi juara di Copa Indonesia. Sama seperti Persipura di tahun sebelumnya, meskipun Arema gagal juara di Copa Indonesia, namun ia berhasil merengkuh gelar juara Liga Super Indonesia Tahun 2010. Pada tahun tersebut, kita pun diingatkan oleh duet Noh Alam Shah dan Muhammad Ridhuan yang berasal dari Singapura. Serta wajah baru di Sriwijaya FC, yaitu Pavel Solomin.

Tahun 2012, merupakan pagelaran terakhir dari turnamen tersebut. Ya, Persibo Bojonegero menjadi penutup gelaran Piala Indonesia 2012 dengan menjadi juara setelah mengalahkan Semen Padang di Stadion Sultan Agung. Dengan demikian, gelaran Copa Indonesia atau Piala Indonesia yang sudah digelar sebanyak 6 (enam) kali, tropinya hanya dimiliki oleh 3 (tiga) kesebelasan, yaitu Arema dengan dua kali, Sriwijaya FC tiga kali, dan Persibo Bojonegoro satu kali. Seperti yang sudah disebutkan di awal, gelaran Piala Indonesia 2018 ini bakal memiliki gelar juara baru, karena Persibo Bojonegoro sudah lebih dulu kalah di laga pembuka ketika melawan Madura United. Masih terlalu “pagi” menelisik siapa juaranya Piala Indonesia 2018 ini.

Satu hal yang perlu diperhatikan, dengan digelarnya Piala Indonesia ini diharapkan dapat menaikan gairah atau atmosfer sepak bola Indonesia karena mengingat peserta yang berpartisipasi berasal dari liga 1, 2, dan 3. Hanya saja hal yang perlu ditekankan adalah mengenai penyelenggaraan yang diharapkan tidak dijalankan secara tidak serius atau seadanya karena pecinta sepak bola tanah air sebetulnya sudah jengah dan bosan dengan federasi dan operator yang menjalankan suatu liga atau turnamen secara kurang profesional. Oleh karena itu, pengadaan turnamen Piala Indonesia seharusnya sudah melalui perhitungan dan kondisi yang matang. Namun mengaca dari dua pertandingan awal, apakah menurut kalian pihak penyelenggara sudah melakukannya dengan matang?

PA.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s