Debutan dan Reuni

Sama halnya dengan musim sebelumnya, Liga Indonesia tidak jarang mendapatkan seorang debutan, khususnya pemain asing. Sepak bola Indonesia yang terkenal dengan fanatismenya ini selalu menarik pemain asing untuk melanjutkan karirnya di Indonesia. Tidak jarang, beberapa pemain asing yang sangat loyal terhadap klub yang pertama ia bela di Indonesia karena kecintaannya terhadap suporternya. Begitu pun dengan Liga 1 2018 yang diisi oleh beberapa debutan seperti, Marko Simic yang membela Persija Jakarta, Mariano Berriex yang membela PS TIRA, Manucherkhr Dzhalilov yang membela Sriwijaya FC, dan masih banyak lagi. Jauh sebelumnya, bahkan para debutan yang bermain di Liga Indonesia merupakan pemain top dunia (jika meminjam bahasa PSSI itu, marquee player) dimulai dari angkatan Mario Kempes, Roger Milla, Eric Djemba-Djemba, Marcus Bent, hingga kedatangan Michael Essien pada musim lalu.

Sesuai dengan judul di atas, debutan dan reuni yang dimaksud di sini ialah keberadaan para eks pemain dan pelatih South China AA (salah satu klub besar di Liga Hongkong) yang berkiprah di Liga 1 2018. Beberapa nama yang termasuk di dalamnya ialah, Coach Roberto Carlos Mario Gomez, Coach Dejan Antonic (beserta asistennya Darko Vargec), Bojan Malisic, Nikola Komazec, dan Srdjan Lopicic. Bagi Lopicic, ia bukanlah debutan karena sebelumnya sudah berpetualang di Liga Indonesia. Juga bagi Coach Dejan Antonic yang pernah merasakan menjadi pemain dan saat ini menjadi pelatih di Indonesia. Selain itu, bagi Coach Mario Gomez, Nikola Komazec, dan Bojan Malisic tentunya ini pengalaman baru dalam karir mereka di dunia sepak bola. Untuk tim yang dibela sendiri, Coach Dejan berreuni dengan asistennya Darko Vargec dan Srdjan Lopicic di Borneo FC. Coach Mario Gomez dan Bojan Malisic di Persib Bandung, sedangkan Nikola Komazec “sendirian” di Bhayangkara FC. Berikut ulasan singkat para eks South China AA yang disebut di atas:

**Dejan Antonic**

Ia comeback ke Indonesia dengan melatih Borneo FC setelah sebelumnya sempat ke luar Indonesia untuk melatih South China AA setelah kontraknya diberhentikan oleh manajemen Persib Bandung. Coach Dejan bukanlah orang asing di dunia sepak bola Indonesia, sebelumnya ia pernah membela beberapa kesebelasan yang di antaranya ialah Persebaya Surabaya, Persita Tangerang, dan Persema Malang di periode 90an. Coach Dejan yang lahir pada 22 Januari 1969 di Belgrade ini, terkenal dengan gaya melatihnya yang dapat mengorbitkan seorang pemain muda dan berhasil mengangkat tim Pelita Bandung Raya menembus babak semi final sebelum akhirnya dikalahkan oleh Persipura Jayapura. Selepas menjadi pemain, Coach Dejan banyak menghabiskan karirnya di Hongkong seperti menangani Kitchee, TSW Pegsasus, Shatin SA, serta Tai Chung FC.

 

**Roberto Carlos Mario Gomez**

Bagi Coach Gomez, melatih kesebelasan sepak bola Indonesia merupakan pengalaman yang baru ia alami. Coach Gomez dapat dikatakan datang ke Indonesia dengan CV yang cukup mentereng, dimulai menjadi asisten pelatih di Valencia dan Inter pada tahun 1999 dan 2001 lalu melanjutkan karirnya melatih kesebelasan di negara asalnya, -Argentina- seperti Gimnasia y Esgrima de Jujuy, Club Atletico Belgrano, Club Atletico Tucuman, Club Ferro Carril Oeste. Coach Gomez sempat juga melatih kesebelasan Yunani yaitu, Asteras Tripoli dan kesebelasan Ekuador Deportivo Cuenca. Kiprah Coach Gomez di Benua Asia diawali dengan melatih South China AA pada tahun 2014, serta meraih kesuksesan bersama Johor Darul Ta’zim pada tahun 2015 sebelum akhirnya melatih kesebelasan Maung Bandung. Coach Gomez sempat membuat lini masa sosial media menjadi ramai dengan unggahan instastory-nya yang menyindir manajemen Persib Bandung, di mana isinya ia menginginkan striker namun belum juga direspon oleh manajemen, tetapi keadaan tersebut sudah berubah dengan hadirnya Jonatan Bauman.

**Srdjan Lopicic**

Lopicic lebih dulu “pulang” ke Indonesia, ya, pada Liga 1 2017 ia pulang ke Persiba Balikpapan dan kembali berreuni dengan pelatihnya dulu di Arema, Milomir Seslija. Selama periode memperkuat tim berjuluk Beruang Madu, target yang ia emban adalah membantu Persiba Balikpapan lolos dari jeratan degradasi meski pada akhirnya belum berhasil. Mundur pada tahun 2016 setelah mengantarkan Arema juara Piala Bhayangkara, Lopicic menyusul Dejan Antonic ke South China AA. Lagi-lagi kisah antara Coach Dejan dan Lopicic kembali bersambung di Borneo FC. Namun, posisinya terbalik, Coach Dejan-lah yang “menyusul” Lopicic di klub berjuluk Pesut Etam tersebut beserta asistennya Darko Vargec.

**Bojan Malisic**

Mali, sapaan akrabnya, juga debutan di Liga 1 2018 dan juga pernah memperkuat South China AA. Bek jangkung kelahiran Kragujevac, Serbia pada 14 Januari 1985 ini cukup lama membela South China AA, dimulai dari tahun 2014 hingga akhirnya membela kesebelasan Davao Aguilas di Filipina. Kiprah Mali di dunia sepak bola ia habiskan di negara asalnya dengan memperkuat beberapa kesebelasan seperti, Radnicki 1923, FK Rad, Fk Javor-Matis Ivanjica. Ia pun pernah membawa Nasaf Qarshi (kontestan Liga Uzbekistan) menjadi juara AFC Cup di tahun 2011. Torehan lainnya ialah, ia berhasil terpilih sebagai pemain terbaik Hongkong Premier League 2015 versi fans, dan masuk Best XI musim 2015 dan 2016. Keberadaan Mali di Persib tidak lain untuk menggantikan peran yang sebelumnya diemban oleh Vladimir Vujovic yang hengkang ke Bhayangkara FC. Hal yang cukup hebat ialah, meskipun ia baru bergabung, namun ban kapten dapat berpindah ke tangannya yang sebelumnya selalu diemban oleh Lord Atep, Firman Utina, Hariono, atau Ahmad Jufrianto.

**Nikola Komazec**

Striker anyar Bhayangkara FC yang sekilas mirip dengan atlit gulat WWE, John Cena, ini merupakan striker asal Serbia kelahiran 15 November 1987. Bagi Komazec bermain sepak bola di Benua Asia bukan hal yang asing lagi, karena ia pernah memperkuat beberapa kesebelasan seperti Busan IPark (Korea Selatan), Suphanburi FC, Pattaya United(Thailand), Hongkong Pegasus dan South China AA (Hongkong). Selebihnya karir sepak bola Komazec dihabiskan di Benua Eropa dan Timur Tengah. Pada saat membela South China AA, ia dilatih oleh Coach Dejan Antonic sama halnya dengan Bojan Malisic. Namun, Mali sempat merasakan dilatih oleh Coach Gomez pada tahun 2014.

 

Liga 1 2018 sudah berjalan hingga pekan ke-7 dan tentunya masih memiliki perjalanan cukup panjang. Menarik melihat para eks South China AA ini menampilkan penampilan terbaiknya di kesebelasannya masing-masing.

PA.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s