Menelisik Pengaturan Pemain Asing Musim 2017 Bagian 1: Indonesia Super League

Musim kompetisi 2017 siap diselenggarakan oleh Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Hal tersebut menjadi kabar baik setelah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melalui Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, mencabut sanksi yang diberikan kepada PSSI, yang diikuti dengan dicabutnya sanksi FIFA terhadap PSSI. Selama ini, pihak-pihak terkait sudah melakukan upaya untuk mengisi kekosongan kompetisi. Mulai dari Piala Presiden pada tahun 2015, Piala Jenderal Sudirman, Piala Gubernur Kaltim, Piala Bhayangkara, dan sebagainya. Memasuki musim kompetisi 2017, tim peserta mulai melakukan persiapan guna mengarungi kompetisi resmi tersebut. Persiapan tersebut diantaranya dengan menggelar latihan, dan yang paling “hangat” dibicarakan ialah transfer pemain dari satu tim ke tim lain, khususnya transfer pemain asing.

Pada kompetisi mana pun transfer pemain selalu memiliki keunikan tersendiri, keunikan tersebut dapat berupa pindahnya pemain ke tim rival, kualitas pemain yang datang dari luar Negara kompetisi tersebut, dan sebagainya. Hal tersebut tidak terkecuali di Indonesia, pecinta sepakbola Indonesia pastinya menunggu bagaimana pergerakan-pergerakan transfer pemain. Transfer pemain dari satu tim ke tim lain bisa saja membuat seseorang menjadi senang karena pemain tersebut memang memiliki kualitas yang mumpuni di lapangan. Sebaliknya, transfer pemain bisa membuat pendukung tim tertentu kecewa, bisa kecewa karena pemain yang sebenarnya layak untuk dipertahankan, tetapi, malah dibuang alias tidak dipertahankan. Hal-hal lain seperti seseorang bisa saja kecewa karena pemain tersebut pindah ke tim yang sebenarnya rival utama dari tim sebelumnya. Hal-hal demikian menjadi wajar dalam dunia sepakbola, dan itulah keunikan sepakbola, di mana keunikan tersebut tidak hanya terjadi di dalam lapangan dan dalam waktu 90 (Sembilan puluh) menit saja.

Kaitan antara transfer dan pemain asing di liga Indonesia untuk musim 2017 menjadi perhatian utama dalam tulisan ini. Hal ini saling berkaitan karena transfer pemain asing merupakan bagian penting dalam sepakbola Indonesia sehingga pengaturannya pun harus benar-benar sesuai, karena semuanya demi kemajuan sepakbola Indonesia. Sampai tulisan ini ditulis, belum ada regulasi resmi terkait dengan transfer pemain asing, khususnya bagaimana kuota dan strata liga dari pemain asing yang pertama kali akan ke Indonesia. Sesuai dengan kalimat awal dari judul di atas, yaitu “menelisik”. Maksudnya ialah, melalui tulisan ini ingin mencoba membahas bagaimana kemungkinan yang terjadi terhadap regulasi pemain asing. Untuk menjawabnya, dalam tulisan ini akan dilakukan perbandingan regulasi pada kompetisi resmi sebelumnya yang lebih di khususkan pada kompetisi ISL 2014 dan QNB League 2015 serta hanya terbatas mengenai pemain asingnya saja.

Mengenai ketentuan pemain asing ini, pertama, dalam regulasi resmi ISL 2014 mengenai pemain asing diatur dalam Pasal 35 dengan judul ketentuan pemain asing. Sedangkan, dalam regulasi QNB League 2015 diatur dalam pasal 29 dengan judul strata dan verifikasi pemain asing. Antara Regulasi ISL 2014 Pasal 35 point 1 dan Regulasi QNB League 2015 point 1 terdapat perbedaan, yang diantaranya ialah:

a.     Pemain yang berasal dari Negara yang tergabung dalam UEFA.

1.     Untuk regulasi ISL 2014 pasal 35 point 1 pemain asing yang akan main di Indonesia dan berasal dari Negara anggota UEFA harus berasal dari strata 3, jika Negara itu ialah, Inggris, Italia, Spanyol, Perancis, Jerman, Belanda, dan Portugal. Sedangkan, dalam regulasi QNB League 2015 pasal 29 point 1 menyebutkan bahwa pemain asing setidaknya harus bermain di strata 3 jika berasal dari Negara, Spanyol, Inggris, Jerman, Italia, Portugal, Perancis, dan Rusia. Perbedaannya jelas di sini, ada perubahan pada negaranya yaitu Belanda (ISL 2014) diganti menjadi Rusia (QNB League 2015).

2.     Masih dalam kaitannya dengan UEFA, pemain asing yang akan bermain di Indonesia minimal bermain di strata 2, jika pemain itu berasal dari Negara Rusia, Turki, Skotlandia, Belgia, Romania, Ukraina, dan Yunani (Regulasi ISL 2014). Sedangkan, dalam Regulasi QNB League 2015 pemain asing minimal harus berasal dari strata 2 jika berasal dari Negara Ukraina, Belanda, Belgia, Swiss, Turki, Yunani, dan Rep. Ceska. Perbedaannya jelas di sini, pada nomor 1 di atas, pemain asing dari Belanda harus dari strata 3 (ISL 2014) dan di ubah pada QNB League 2015 pemain dari Belanda harus berasal dari strata 2. Sedangkan, pemain yang berasal dari Rusia pada ISL 2014 minimal harus berasal dari strata 2 pada QNB League 2015 pemain yang berasal dari Rusia di ubah menjadi minimal bermain di strata 3.

3.     Selain itu, pemain yang berasal dari Negara anggota UEFA tetapi tidak disebutkan di atas minimal harus bermain di strata 1.

b.     Pemain yang berasal dari Negara yang tergabung dalam zona Conmebol

1.     Baik regulasi ISL 2014 atau QNB League 2015, pemain yang datang dari Negara Argentina dan Brazil minimal di negaranya harus bermain di strata 3.

2.     Pemain yang berasal dari Kolombia, Paraguay, dan Chile minimal harus bermain di strata 2 (ISL 2014 dan QNB League 2015).

3.     Sedangkan pemain yang berasal dari anggota Conmebol lainnya minimal harus bermain di strata 1 (ISL 2014 dan QNB League 2015).

c.     Pemain yang berasal dari Negara yang tergabung dalam AFC.

1.     Dalam regulasi ISL 2014, pemain yang berasal dari Jepang dan Korea minimal harus bermain di strata 2 kompetisi di negaranya. Dalam regulasi QNB League 2015, ada penambahan yaitu, Arab Saudi, Iran, dan Uzbekistan. Untuk strata tetap sama, yaitu strata 2.

d.     Pemain yang berasal dari Negara yang tergabung dalam Concacaf.

1.     Dalam regulasi ISL 2014 dan QNB League 2015, pemain yang berasal dari Meksiko minimal harus bermain di strata 2.

2.     Dalam regulasi ISL 2014, pemain yang berasal dari Amerika Serikat, Kosta Rica, Honduras, Kanada, Guatemala, El Salvador, dan Panama harus berasal dari strata 1. Berbanding terbaik dengan regulasi QNB League 2015, untuk pemain yang berasal dari zona Concacaf tidak dijelaskan secara detail.

e.     Pemain yang berasal dari Negara yang tergabung dalam CAF.

1.     Berdasarkan regulasi ISL 2014, pemain yang berasal dari Tunisia, Mesir, dan Afrika Selatan minimal harus bermain di strata 1.

2.     Sedangkan, dalam regulasi QNB League 2015, ada penambahan yaitu pemain yang berasal dari Congo, Maroko, dan Nigeria. Untuk strata masih sama, yaitu minimal dari strata 1.

Demikian perbedaan antara ISL 2014 dan QNB League 2015 mengenai minimal strata pemain asing yang akan bermain di Indonesia. Lalu, bagaimana dengan musim 2017? Penulis melihat bahwa minimal strata pemain asing tersebut tidak akan jauh berbeda dengan musim sebelumnya. Tetapi, tidak menutup kemungkinan ada beberapa perubahan yang lebih ketat terhadap minimal strata tersebut. Mengingat banyaknya pemain asing yang masuk ke Indonesia dan terkadang asal usul klub sebelumnya tidak memenuhi regulasi tersebut. Masalah keuangan pun menjadi perhatian bagi PSSI, karena hal tersebut berkaitan dengan gaji yang diterima pemain asing kerapkali tidak sesuai. Kalau pun sesuai dalam penandatangan kontrak di awal, permasalahan selanjutnya ialah tidak menutup kemungkinan adanya penunggakan gaji.

Admin @pemainasing ditulis pada tanggal 5 Januari 2017.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s